Polaroid iM1836: Kamera Berbasis Android dengan Lensa Yang Bisa diganti-ganti

Posted: June 12, 2013 in Uncategorized
Tags:

Polaroid im1836 1

Salah satu kamera menarik dari sekian banyak yang dipamerkan di even CES di Las Vegas adalah Polaroid iM1836 (namanya sih kurang menarik ya…). Kamera ini menarik karena membawa 3 fitur utama:

  • Memakai Android Jellybean sebagai sistem operasinya
  • Kamera pocket pertama yang lensanya bisa digonta-ganti (kabarnya sih bisa memakai lensa micro four third
  • Sensor gambar terletak di modul lensanya

Polaroid im1836 2
Polaroid im1836 3
Polaroid im1836 4

Detail lebih banyak mengenai kamera ini masih susah didapatkan dan kemampuan kamera ini juga belum diketahui karena baru bisa dipegang dan belum bisa dipakai memotret. Namun beberapa reviewer yang sudah memegang kamera ini memberi kesan yang sama: kualitas body kameranya kurang bagus, bentuk secara keseluruhan mirip dengan Nikon 1 J2 dan kamera ini memiliki konsep yang menarik namun belum meyakinkan. Kita tunggu kelanjutan kamera Polaroid satu ini.

Beberapa Skenario Saat Metering Kamera Mulai Kacau

El mando de la nave

Metering dalam kamera kita dirancang untuk membaca exposure secara benar saat subyeknya bernuansa mid-tone (kalau kata metering membuat anda bingung, baca pengertian metering disini dan disini).

Subyek bernuansa mid-tone itu contohnya rumput yang hijau atau langit biru, namun mid-tone yang sempurna sebenarnya adalah warna abu-abu 18%. Jadi saat memotret subyek yang bernuansa mid-tone, kamera kita jarang melakukan kesalahan exposure, tidak terlalu terang namun juga tidak terlalu gelap, pas. Untungnya, kulit manusia termasuk mid-tone, sehingga saat digunakan memotret orang kamera kita lumayan oke.

Baca selengkapnya ..

Canon Luncurkan Kamera Saku Super Kecil, PowerShot N

Powershot n 1

Bersamaan dengan acara Consumer Electronic Show di Vegas, Canon mengumumkan peluncuran kamera saku super mungil, PowerShot N. Kamera ini sungguh tipis, tebalnya hanya 1.1 inchi (sekitar 2,7 cm) dan dimensinya sekitar 7x6x3 cm. Sesuai dengan ukurannya, Canon memberi tagline menarik, “mengabadikan setiap momen dalam hidup anda” karena kamera ini akan masuk ke kantong celana atau baju dengan sangat mudah jadi dibawa kemanapun masih oke.

Powershot n 2

Kamera mungil ini memiliki resolusi gambar 12 megapiksel dengan sensor CMOS plus dibekali layar sentuh kapasitif 2.8 inchi yang cukup presisi yang bisa swivel saat kita memotret dari angle yang susah. Secara optik, PowerShot N menggunakan lensa 28mm f/3-5.9 (zoom optik 8 kali) dan memiliki kemampuan ISO sampai dengan 6400.

Powershot n 3

Dengan tren penjualan kamera saku yang turun akibat digerus smartphone berkamera canggih, Canon justru back to basic, membuat kamera yang tidak terlalu neko-neko. Kecil, ringkas namun cukup untuk memenui kebutuhan memotret moment sehari-hari.

Powershot n 4

Powershot N juga dilengkapi dengan wi-fi sehingga kita bisa langsung mengirim hasil foto kemanapun anda ingin mengirimkannya (media sosial anyone?).

Dari rilis berita, PowerShot N akan dimulai tersedia dipasaran pada bulan April dan harganya sekitar US$ 300.

Tips Foto Makro Dengan Kamera Saku

Don't watch the clock; do what it does. Keep going. - Sam Levenson.

Belfot sudah beberapa kali membahas tips foto makro dengan menggunakan kamera DSLR (disini dan disini), tapi jika anda belum memiliki kamera DSLR jangan berkecil hati. Kamera saku juga mampu menghasilkan foto makro (close – up).

Meskipun hasilnya tidak akan sedahsyat jika memggunakan kamera DSLR plus lensa makro (ingat tentang rasio 1:1?), anda tetap bisa memotret dan menghasilkan foto makro yang indah hanya dengan menggunakan kamera saku. Anda bisa lihat foto-foto yang ada di artikel ini, semua dihasilkan dengan kamera saku.

Pengen tahu tips-nya? silahkan:

Baca selengkapnya ..

Fuji Umumkan Kamera Mirrorless Terbaru, Fujifilm X100s

Fujifilm X100S

Hari ini, 7 Januari 2012, Fujifilm mengumumkan peluncuran kamera mirrorless (apa itu mirrorless?) lensa permanen bergaya retro, Fujifilm X100s. kamera ini adalah penerus dari X100 dan melakukan beberapa perbaikan dan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Lensa permanen disini artinya, kamera ini tidak bisa digonta ganti lensanya.

Generasi pendahulunya, X100, terjual cukup laris (paling tidak di luar negeri) di kalangan fotografer pro dan amatir yang antusias dengan layout kontrol, kualitas foto yang dihasilkan, kualitas lensa yang dibawanya (Fujinon 23mm f/2), viewfinder hybrid (optik dan elektronik viewfinder) yang ditawarkan dan retro style itu sendiri. Namun kamera ini memiliki satu kelemahan utama, autofokus yang cukup lambat.

Fujifilm X100S

Untuk itu, Fuji melakukan perubahan mendasar untuk memperbaiki kinerja autofokusnya. Hasilnya adalah, Fuji mengklaim bahwa X100s memiliki autofokus tercepat di dunia untuk kelas kamera APSC (kamera crop, apa itu?) dengan lensa permanen dengan waktu penguncian fokus 0.08 detik. Satu lagi tambahan fiturnya adalah focus peaking saat kita memakai manual fokus. Focus peaking adalah semacam konfirmasi penguncian fokus yang dikenalkan oleh Sony di kamera mirrorlessnya (lihat disini contoh focus peaking).Baca selengkapnya ..

Sumber: http://belajarfotografi.com/page/4/

Posted By : Nurul Hardiyanti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s